Selain dari pada inspirator yang sesungguhnya yaitu
Nabi Muhammad SAW, keluarga, beserta
para sahabatnya. Di masa kini saya juga memiliki inspirator islam yang menurut
saya ketika beliau membawakan dakwanya atau ketika beliau sedang membawakan
kajian-kajian islam, akan sangat mudah menurut saya untuk memahami apa yang
beliau sampaikan.
Entah karena gaya beretorika beliau yang berbeda
dengan yang lainnya, ataukah memang karena setiap materi yang beliau sampaikan
sangat menarik di setiap kesempatannya. Begitu banyak ust – ust atau penceramah
islam di zaman modern ini, namun saya merasa lebih tertarik kepada sosok yang
satu ini, dan ingin rasanya saya mengikuti jejak beliau untuk berjuang
mendakwakan islam. Beliau bernama Ust Felix Siauw adalah seorang ustadz etnis
Tionghoa kelahiran Palembang, Sumatera Selatan. Ia menjadi seorang mualaf
semenjak masa kuliah padasaat bertemu seorang ustadz muda yang bernama Ust
Fatih Karim aktivis gerakan da'wah Islam internasional.
Ust Fatih Karimlah yang telah mengislamkan beliau,
yang di mana sebelumnya beliau tidak ingin mempelajari islam sebab melihat
kelakuan-kelakuan buruk orang muslim di sekelilingnya yang sangat tidak
bermoral. Beliau sebelumnya tumbuh dan berkembang di lingkungan non-Muslim atau
lebih tepatnya agama beliau adalah kristen katolik lalu beliau menjadi seorang
Ateis sebelum masuk islam sebab dalam agama kristen katolik dan dalam agama
lainnya yang beliau pelajari selain islam tidak mampu menjawab 3 pertanyaan
beliau yang paling mendasar yaitu Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya
kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga
pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan
pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal
tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu
bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang
mengambang dan tak memuaskan.
Setelah tidak mendapatkan jawaban beliau menjadi
seorang ateis yang di mana beliau meyakini adanya tuhan namun tidak ada agama
yang benar, itu sebelum beliau mempelajari agama islam, dari dorongan teman
beliau yang berkata kepada beliau bahwa” kalau kamu memang ingin mencari
kebenaran maka ikut dengan saya lalu kita ketemu sama ust saya” pada awalnya
beliau tidak tertarik sama sekali di karenakan beliau sudah ragu pada awalnya
untuk mempelajari islam di sebabkan karena beliau mengamati tinkah laku buruk
ummat muslim di sekelilingnya” beliau berfikir agama ini sudah pasti salah”
namun pada akhirnya beliau mengikuti saran teman beliau dan menemui ust teman
beliau yang bernama Ust Fatih Karim. Beliau di ajak berdiskusi di rumah Ust
Fatih karim dan beliau di suruh membawa al-Kitab lalu Ust Fatih Karim membawa
Al-Quran, namun beliau berkata kepada Ust Fatih Karim” Saya sudah tidak percaya
pada Al-Kitab, kita bahas Al-Quran saja”.
Dibawah ini adalah beberapa pernyataan beliau dan apa yang beliau
katakan pada saat membawakan materi dengan ayat-ayat Al-Quran yang membuat
beliau masuk Islam dalam diskusi bersama Ust Fatih Karim :
” lalu dia (Ust Fatih Karim) pun membacakan suatu ayat dalam al-Qur’an:
Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa (QS al-Baqarah [2]:2)
Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan
serta ketinggian makna daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani
menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan
“kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia,
ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan
al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan
kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran
itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang
benar (QS al-Baqarah [2]: 23)
Waktu itu saya membeku, pikiran saya bergejolak, seolah seperti jerami
kering yang terbakar api. Dalam hati saya berkata “Mungkin inilah kebenaran
yang selama ini saya cari!”. Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang
menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang al-Qur’an adalah suatu
kitab yang sangat istimewa, yang tiada seorangpun yang bisa mendatangkan yang
semacamnya. Lalu saya bertanya lagi “Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat
malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?”.
Dengan tersenyum dan penuh ketenangan ustadz Fatih Karimpun menjawab “Islam
tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun
yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi
juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna)
dalam kehidupan mereka”
“Jadi maksud ustadz, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan
Islam secara sempurna?!” saya menyimpulkan.
“Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat”
Lalu saya dijelaskan panjang lebar tentang maksud bahwa Islam berbeda
dengan Muslim. Penjelasan itu sangat luar biasa, sehingga memperlihatkan
bagaimana sistem Islam kaffah bekerja. Sesuatu yang belum pernah saya dengar
tentang Islam sampai saat itu, sesuatu yang tersembunyi (atau sengaja
disembunyikan) dari Islam selama ini. Saat itu saya sadar betul kelebihan dan
kebenaran Islam. Hanya saja selama ini saya membenci Islam karena saya hanya
melihat muslimnya bukan Islam. Hanya melihat sebagian dari Islam bukan
keseluruhan.
Akhirnya ketiga pertanyaan besar saya selama ini terjawab dengan sempurna.
Bahwa saya berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Saya hidup
untuk beribadah (secara luas) kepada-Nya karena itulah perintah-Nya yang
tertulis didalam al-Qur’an. Dan al-Qur’an dijamin datang dari-Nya karena tak
ada seorangpun manusia yang mampu mendatangkan yang semacamnya. Setelah hidup
ini berakhir, kepada Allah saya akan kembali dan membawa perbuatan ibadah saya
selama hidup dan dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan aturan yang
diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil
pemikiran saya. Saya memutuskan:
“Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”
Saya tahu, saya akan menemui banyak sekali tantangan ketika saya
memutuskan hal ini. Saya memiliki lingkungan yang tendensius kepada Islam dan
saya yakin keputusan ini tidak akan membuat mereka senang. Tapi bagaimana lagi,
apakah saya harus mempertahankan perasaan dan kebohongan dengan mengorbankan
kebenaran yang saya cari selama ini?!. “Tidak, sama sekali tidak” saya
memastikan pada diri saya sendiri lagi. Artinya walaupun tantangan di depan
mata, saya yakin bahwa Allah, yang memberikan saya semuanya inilah yang pantas
dan harus didahulukan.
Setelah menemukan Islam, saya menemukan ketenangan sekaligus perjuangan.
Ketenangan pada hati dan pikiran karena kebenaran Islam. Dan perjuangan karena
banyak muslim yang masih terpisah dengan Islam dan tidak mengetahui hakikat
Islam seperti yang saya ketahui, kenikmatan Islam yang saya nikmati dan bangga
kepada Islam seperti saya bangga kepada Islam. Dan mudah-mudahan, sampai akhir
hidup saya dan keluarga saya, kami akan terus di barisan pembela Islam yang
terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat.
Allahuakbar!
Dari pernyataan beliau (Ust Felix Siauw) diatas
sayapun menemukan alasan saya selama ini untuk memeluk agama islam sampai mati,
tanpa ada keraguan lagi dalam menjalankannya. Yang di mana saya berfikir agama
islamlah satu-satunya Agama di muka bumi ini yang paling benar...”
Dan ini adalah alamat website beliau : www.felixsiauw.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar