27 Oktober 2015

Inspirator Islam Saya

Selain dari pada inspirator yang sesungguhnya yaitu Nabi Muhammad SAW,  keluarga, beserta para sahabatnya. Di masa kini saya juga memiliki inspirator islam yang menurut saya ketika beliau membawakan dakwanya atau ketika beliau sedang membawakan kajian-kajian islam, akan sangat mudah menurut saya untuk memahami apa yang beliau sampaikan.



Entah karena gaya beretorika beliau yang berbeda dengan yang lainnya, ataukah memang karena setiap materi yang beliau sampaikan sangat menarik di setiap kesempatannya. Begitu banyak ust – ust atau penceramah islam di zaman modern ini, namun saya merasa lebih tertarik kepada sosok yang satu ini, dan ingin rasanya saya mengikuti jejak beliau untuk berjuang mendakwakan islam. Beliau bernama Ust Felix Siauw adalah seorang ustadz etnis Tionghoa kelahiran Palembang, Sumatera Selatan. Ia menjadi seorang mualaf semenjak masa kuliah padasaat bertemu seorang ustadz muda yang bernama Ust Fatih Karim aktivis gerakan da'wah Islam internasional.

Ust Fatih Karimlah yang telah mengislamkan beliau, yang di mana sebelumnya beliau tidak ingin mempelajari islam sebab melihat kelakuan-kelakuan buruk orang muslim di sekelilingnya yang sangat tidak bermoral. Beliau sebelumnya tumbuh dan berkembang di lingkungan non-Muslim atau lebih tepatnya agama beliau adalah kristen katolik lalu beliau menjadi seorang Ateis sebelum masuk islam sebab dalam agama kristen katolik dan dalam agama lainnya yang beliau pelajari selain islam tidak mampu menjawab 3 pertanyaan beliau yang paling mendasar yaitu Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.


Setelah tidak mendapatkan jawaban beliau menjadi seorang ateis yang di mana beliau meyakini adanya tuhan namun tidak ada agama yang benar, itu sebelum beliau mempelajari agama islam, dari dorongan teman beliau yang berkata kepada beliau bahwa” kalau kamu memang ingin mencari kebenaran maka ikut dengan saya lalu kita ketemu sama ust saya” pada awalnya beliau tidak tertarik sama sekali di karenakan beliau sudah ragu pada awalnya untuk mempelajari islam di sebabkan karena beliau mengamati tinkah laku buruk ummat muslim di sekelilingnya” beliau berfikir agama ini sudah pasti salah” namun pada akhirnya beliau mengikuti saran teman beliau dan menemui ust teman beliau yang bernama Ust Fatih Karim. Beliau di ajak berdiskusi di rumah Ust Fatih karim dan beliau di suruh membawa al-Kitab lalu Ust Fatih Karim membawa Al-Quran, namun beliau berkata kepada Ust Fatih Karim” Saya sudah tidak percaya pada Al-Kitab, kita bahas Al-Quran saja”.  Dibawah ini adalah beberapa pernyataan beliau dan apa yang beliau katakan pada saat membawakan materi dengan ayat-ayat Al-Quran yang membuat beliau masuk Islam dalam diskusi bersama Ust Fatih Karim :
” lalu dia (Ust Fatih Karim) pun membacakan suatu ayat dalam al-Qur’an:

Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS al-Baqarah [2]:2)

Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan serta ketinggian makna daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan “kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (QS al-Baqarah [2]: 23)

Waktu itu saya membeku, pikiran saya bergejolak, seolah seperti jerami kering yang terbakar api. Dalam hati saya berkata “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini saya cari!”. Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang al-Qur’an adalah suatu kitab yang sangat istimewa, yang tiada seorangpun yang bisa mendatangkan yang semacamnya. Lalu saya bertanya lagi “Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?”. Dengan tersenyum dan penuh ketenangan ustadz Fatih Karimpun menjawab “Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna) dalam kehidupan mereka”

“Jadi maksud ustadz, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan Islam secara sempurna?!” saya menyimpulkan.

“Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat”
Lalu saya dijelaskan panjang lebar tentang maksud bahwa Islam berbeda dengan Muslim. Penjelasan itu sangat luar biasa, sehingga memperlihatkan bagaimana sistem Islam kaffah bekerja. Sesuatu yang belum pernah saya dengar tentang Islam sampai saat itu, sesuatu yang tersembunyi (atau sengaja disembunyikan) dari Islam selama ini. Saat itu saya sadar betul kelebihan dan kebenaran Islam. Hanya saja selama ini saya membenci Islam karena saya hanya melihat muslimnya bukan Islam. Hanya melihat sebagian dari Islam bukan keseluruhan.

Akhirnya ketiga pertanyaan besar saya selama ini terjawab dengan sempurna. Bahwa saya berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Saya hidup untuk beribadah (secara luas) kepada-Nya karena itulah perintah-Nya yang tertulis didalam al-Qur’an. Dan al-Qur’an dijamin datang dari-Nya karena tak ada seorangpun manusia yang mampu mendatangkan yang semacamnya. Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah saya akan kembali dan membawa perbuatan ibadah saya selama hidup dan dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiran saya. Saya memutuskan:

“Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”

Saya tahu, saya akan menemui banyak sekali tantangan ketika saya memutuskan hal ini. Saya memiliki lingkungan yang tendensius kepada Islam dan saya yakin keputusan ini tidak akan membuat mereka senang. Tapi bagaimana lagi, apakah saya harus mempertahankan perasaan dan kebohongan dengan mengorbankan kebenaran yang saya cari selama ini?!. “Tidak, sama sekali tidak” saya memastikan pada diri saya sendiri lagi. Artinya walaupun tantangan di depan mata, saya yakin bahwa Allah, yang memberikan saya semuanya inilah yang pantas dan harus didahulukan.

Setelah menemukan Islam, saya menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Ketenangan pada hati dan pikiran karena kebenaran Islam. Dan perjuangan karena banyak muslim yang masih terpisah dengan Islam dan tidak mengetahui hakikat Islam seperti yang saya ketahui, kenikmatan Islam yang saya nikmati dan bangga kepada Islam seperti saya bangga kepada Islam. Dan mudah-mudahan, sampai akhir hidup saya dan keluarga saya, kami akan terus di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahuakbar!

Dari pernyataan beliau (Ust Felix Siauw) diatas sayapun menemukan alasan saya selama ini untuk memeluk agama islam sampai mati, tanpa ada keraguan lagi dalam menjalankannya. Yang di mana saya berfikir agama islamlah satu-satunya Agama di muka bumi ini yang paling benar...”


Dan ini adalah alamat website beliau : www.felixsiauw.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar