Pada saat bulan suci ramadhan tahun 2014, bapak saya
menyarankan untuk pergi dan kursus bahasa inggris di pare kediri, setelah bulan
ramadhan berlangsung alasannya bapak saya mendapatkan informasi dari keluarga
kakak ipar saya bahwa ada 2 orang dari keluarga kakak ipar saya setelah kesana
dan kursus bahasa inggris selama kurang lebih 1 tahun setelah pulangnya mereka
berdua jadi lancar dan fasih dalam berbahasa inggris dari situlah bapak saya
tertarik untuk membuat saya berangkat kesana juga.
Read More..!!!
Mendengar hal itu spontan
saya merasa sedikit agak ragu dan kembali berpikir tentang saran tersebut,
sebab saya juga memiliki tanggung jawab untuk melatih tapak suci di cabang saya
(Maros), namun di sisi lain saya juga merasa tertarik untuk hal itu mengingat
saya ingin mengembangkan skill bahasa inggris saya yang masi kurang, berpikir
apa salahnya menerima tawaran tersebut menurut saya ini kesempatan yang sangat
bagus.
Baik saya sudah bertekad untuk berangkat dan pergi
ke pare kediri, tepatnya pada bulan agustus 2014 setelah bulan suci ramadhan di
rayakan, kebetulan pada saat itu bapak saya mempunyai dana dari hasil panen
jahenya, jadi saya dapat berangkat kesana dan di sarankan hanya mengambil 6
bulan saja, sebab memang pada awalnya saya tidak ingin terlalu lama berada di
sana..”
Jadilah pada waktu itu saya berangkat kesana di
temani oleh kakak ipar saya yang bernama H. Maulana. Kami berangkat menggunakan
pesawat lion air, dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Juanda
Surabaya, perjalanan kami tempuh kurang lebih selama 1jam setengah. Setibanya
di Bandara Juanda kami menyewa travel untuk berangkat ke Pare kediri atau umum
di kenal dengan sebutan kampung inggris itu, perjalanan kami tempu dari Juanda
Surabaya ke Pare, Kediri kurang lebih sekitar 3 jam/an.
Setibanya di sana saya langsung menuju ketempat
tujuan yaitu lembaga kursusan yang bernama GENTA (Golden English Training Area)
untuk mendaftar. Melihat tawaran dari pihak sana, perbedaan ketika saya
mengambil kursusan selama 6 bulan dan diploma 1 selama satu tahun, jauh
berbedah, akhirnya saya berniat mengambil yang diploma satu tahun saja,
berpikir mumpung saya masi berada disini kenapa tidak, meskipun pada waktu itu
biaya saya masih kurang tapi katanya dari pihak genta biaya untuk semester 2nya
nanti bisa menyusul, dan kakak ipar sayapun setuju untuk hal itu. Kakak ipar
saya bermalam hanya semalam saja di sana setelah itu ke esokan harinya beliau
harus kembali ke makassar lagi, soalnya beliau di sana banyak urusan, dan di
tinggallah saya di tempat asrama saya.
Saya merasa nyaman di tempat itu, soalnya untuk
menyesuaikan diri dengan tempat lingkungan dan teman-teman di asrama sangatlah
mudah, sebab teman-teman saya seasrama itu sangat baik dan ramah. Ternyata di
situ saya baru tahu kenapa kampung itu di sebut sebagai kampung inggris, sebab
1 kecamatan di tempat itu hampir di penuhi oleh berbagai lembaga kursusan, dan
saat ini di tahun 2015 pada saat saya menulis artikel ini kampung itupun
berubah nama menjadi kampung bahasa bukan lagi kampung inggris soalnya di
tempat itu, sudah tidak lagi hanya mengajarkan bahasa inggris saja tapi disana
kita sudah dapat mempelajari berbagai macam bahasa, seperti inggris, mandarin,
korea, japan, francis, spanyol, arab, dan banyak lagi. Lingkungan di sana
sangat nyaman dan tenang, harga makananpun sangatlah murah di banding tempat
tinggal saya di maros sulawesi selatan.
Disana saya mendapatkan begitu banyak pengalaman
bersama dengan teman-teman saya di sana, karna kursus di Genta, saya dapat
berjalan-jalan keliling berbagai daerah di jawa timur, seperti ke air terjun
coban rondo malang pada saat kegiatan outbond, ke Blitar tempat dimana presiden
pertama republik indonesia di makamkan, ke Bojonegoro pada saat saya real
teaching di Yayasan Pendidikan Islam Rahmatulllah, ke Bali diluar jawa timur
pada saat ingin mempraktekan secara langsung bahasa inggris saya ke orang-orang
luar negeri sesungguhnya, di bali saja juga mengunjungi banyak tempat-tempat
rekreasi seperti kuta beach, pandawa beach, pulau penyu, tokoh pakain yang
terkenal di sana yaitu Joger dan tempat-tempat rekreasi lainnya di bali maupun
di kediri, intinya pengalaman yang saya dapatkan di sana sangatlah mengesankan
buat saya, sebab di sana saya mendapatkan banyak kawan-kawan baru dari berbagai
daerah di indonesia seperti kawan-kawan dari jawa timur, jawa barat, jawa
tengah, jakarta, kalimantan, bali, lombok, dan kawan-kawan di berbagai daerah
lainnya...”
Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan disana
(setelah wisudah), keesokan harinya sayapun kembali pulang ke makassar.
Sebenarnya jika saya menceritakannya secara detil, maka akan ada banyak
halaman, namun yang saya ceritakan di sini hanyalah hal umumnya saja..”
Dan inilah beberapa foto-foto dokumentasi saat saya masih berada di sana :
 |
| Golden dormitory |
 |
| Australia Advance Class |
 |
| Simpang Lima Gummul Kediri |
 |
| Pada saat wisudah Genta Diploma 7 |
 |
| Masih di gummul |
 |
| Australia Basic Class |
 |
| Kuta Bali Beach |
 |
| Turtle farm bali |
 |
| Bali |
 |
Salah satu dari 5 tempat ibadah di bali
|
 |
| Rombongan pada saat ke bali |
 |
| Masi di Bali |
 |
| Di turtle farm Bali |
 |
| Pada saat berkunjung di kota blitar (di Rumah Teman) |
 |
| Salah-Satu Pantai Di Blitar |
 |
Pada saat Real Teaching di Bojonegoro
|
https://www.facebook.com/ardi.kizuke
Tidak ada komentar:
Posting Komentar