16 Oktober 2015

Yang tak terlupakan ketika aku masih berada di tempat itu (Pare, Kediri, Jawa Timur)

Pada saat bulan suci ramadhan tahun 2014, bapak saya menyarankan untuk pergi dan kursus bahasa inggris di pare kediri, setelah bulan ramadhan berlangsung alasannya bapak saya mendapatkan informasi dari keluarga kakak ipar saya bahwa ada 2 orang dari keluarga kakak ipar saya setelah kesana dan kursus bahasa inggris selama kurang lebih 1 tahun setelah pulangnya mereka berdua jadi lancar dan fasih dalam berbahasa inggris dari situlah bapak saya tertarik untuk membuat saya berangkat kesana juga. 


Read More..!!!
Mendengar hal itu spontan saya merasa sedikit agak ragu dan kembali berpikir tentang saran tersebut, sebab saya juga memiliki tanggung jawab untuk melatih tapak suci di cabang saya (Maros), namun di sisi lain saya juga merasa tertarik untuk hal itu mengingat saya ingin mengembangkan skill bahasa inggris saya yang masi kurang, berpikir apa salahnya menerima tawaran tersebut menurut saya ini kesempatan yang sangat bagus.

Baik saya sudah bertekad untuk berangkat dan pergi ke pare kediri, tepatnya pada bulan agustus 2014 setelah bulan suci ramadhan di rayakan, kebetulan pada saat itu bapak saya mempunyai dana dari hasil panen jahenya, jadi saya dapat berangkat kesana dan di sarankan hanya mengambil 6 bulan saja, sebab memang pada awalnya saya tidak ingin terlalu lama berada di sana..”


Jadilah pada waktu itu saya berangkat kesana di temani oleh kakak ipar saya yang bernama H. Maulana. Kami berangkat menggunakan pesawat lion air, dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Juanda Surabaya, perjalanan kami tempuh kurang lebih selama 1jam setengah. Setibanya di Bandara Juanda kami menyewa travel untuk berangkat ke Pare kediri atau umum di kenal dengan sebutan kampung inggris itu, perjalanan kami tempu dari Juanda Surabaya ke Pare, Kediri kurang lebih sekitar 3 jam/an.



Setibanya di sana saya langsung menuju ketempat tujuan yaitu lembaga kursusan yang bernama GENTA (Golden English Training Area) untuk mendaftar. Melihat tawaran dari pihak sana, perbedaan ketika saya mengambil kursusan selama 6 bulan dan diploma 1 selama satu tahun, jauh berbedah, akhirnya saya berniat mengambil yang diploma satu tahun saja, berpikir mumpung saya masi berada disini kenapa tidak, meskipun pada waktu itu biaya saya masih kurang tapi katanya dari pihak genta biaya untuk semester 2nya nanti bisa menyusul, dan kakak ipar sayapun setuju untuk hal itu. Kakak ipar saya bermalam hanya semalam saja di sana setelah itu ke esokan harinya beliau harus kembali ke makassar lagi, soalnya beliau di sana banyak urusan, dan di tinggallah saya di tempat asrama saya.

Saya merasa nyaman di tempat itu, soalnya untuk menyesuaikan diri dengan tempat lingkungan dan teman-teman di asrama sangatlah mudah, sebab teman-teman saya seasrama itu sangat baik dan ramah. Ternyata di situ saya baru tahu kenapa kampung itu di sebut sebagai kampung inggris, sebab 1 kecamatan di tempat itu hampir di penuhi oleh berbagai lembaga kursusan, dan saat ini di tahun 2015 pada saat saya menulis artikel ini kampung itupun berubah nama menjadi kampung bahasa bukan lagi kampung inggris soalnya di tempat itu, sudah tidak lagi hanya mengajarkan bahasa inggris saja tapi disana kita sudah dapat mempelajari berbagai macam bahasa, seperti inggris, mandarin, korea, japan, francis, spanyol, arab, dan banyak lagi. Lingkungan di sana sangat nyaman dan tenang, harga makananpun sangatlah murah di banding tempat tinggal saya di maros sulawesi selatan.

Disana saya mendapatkan begitu banyak pengalaman bersama dengan teman-teman saya di sana, karna kursus di Genta, saya dapat berjalan-jalan keliling berbagai daerah di jawa timur, seperti ke air terjun coban rondo malang pada saat kegiatan outbond, ke Blitar tempat dimana presiden pertama republik indonesia di makamkan, ke Bojonegoro pada saat saya real teaching di Yayasan Pendidikan Islam Rahmatulllah, ke Bali diluar jawa timur pada saat ingin mempraktekan secara langsung bahasa inggris saya ke orang-orang luar negeri sesungguhnya, di bali saja juga mengunjungi banyak tempat-tempat rekreasi seperti kuta beach, pandawa beach, pulau penyu, tokoh pakain yang terkenal di sana yaitu Joger dan tempat-tempat rekreasi lainnya di bali maupun di kediri, intinya pengalaman yang saya dapatkan di sana sangatlah mengesankan buat saya, sebab di sana saya mendapatkan banyak kawan-kawan baru dari berbagai daerah di indonesia seperti kawan-kawan dari jawa timur, jawa barat, jawa tengah, jakarta, kalimantan, bali, lombok, dan kawan-kawan di berbagai daerah lainnya...”


Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan disana (setelah wisudah), keesokan harinya sayapun kembali pulang ke makassar. Sebenarnya jika saya menceritakannya secara detil, maka akan ada banyak halaman, namun yang saya ceritakan di sini hanyalah hal umumnya saja..”

Dan inilah beberapa foto-foto dokumentasi saat saya masih berada di sana :


Genta diploma angkatan ke 7
Golden dormitory

Genta diploma angkatan ke 7
Australia Advance Class

Genta diploma angkatan ke 7
Simpang Lima Gummul Kediri


Genta diploma angkatan ke 7
Pada saat wisudah Genta Diploma 7

Genta diploma angkatan ke 7 pare kediri
Masih di gummul

Genta diploma angkatan ke 7 pare kediri
Australia Basic Class


Berkunjung ke bali
Kuta Bali Beach


Kunjungan ke bali
Turtle farm bali

Bali


kujungan ke bali
Salah satu dari 5 tempat ibadah di bali


romongan ke bali genta diploma 7
Rombongan pada saat ke bali


Ardi Smk Teknologi Annas Mandai
Masi di Bali


Ardi Smk Teknologi Annas Mandai Maros
Di turtle farm Bali


australia advance class diploma 7
Pada saat berkunjung di kota blitar (di Rumah Teman)


Ardi smk teknologi annas mandai goes to Blitar
Salah-Satu Pantai Di Blitar

Ardi smk teknologi annas mandai goes to Bojonegoro
Pada saat Real Teaching di Bojonegoro



https://www.facebook.com/ardi.kizuke

Tidak ada komentar:

Posting Komentar