21 Oktober 2018

Mindset Sempit Saya Tentang Perkuliahan

Ini adalah mindset saya pada saat sebelum saya melanjutkan kuliah S1. Pada dasarnya setelah saya lulus Smk dan sempat juga menempuh pendidikan D1 di luar Sulawesi tepatnya di pulau Jawa, yang sudah sempat saya ceritakan pada article sebelumnya mengenai pengalaman saya saat berada di sana. Sebenarnya saya sempat berfikir untuk tidak melanjutkan pendidikan saya ke jenjang S1, sebab pada waktu itu mindset saya tentang yang namanya kuliah sangatlah sempit.



Bisa di katakan sempitnya itu karena saya selalu berfikir, bahwa kuliah tinggi tinggi di zaman sekarang itu tidak menjamin yang namanya kesuksesan, di tambah lagi ada beberapa faktor yang mendukung hal itu secara langsung dari hasil pengamatan saya, yang di mana saya melihat begitu banyak sarjana yang bergelar S1 itu tidak bisa apa – apa, dalam artian bisa di katakan sebagai pengangguran, selain itu di sisi lain ada banyak yang hanya sekedar lulusan sma ataupun smk sudah bahkan mampu mendapatkan pekerjaan yang gajinya bahkan setara dengan lulusan S1, pikir saya waktu itu “ Untuk apa kuliah tinggi tinggi kalau ternyata, hanya dengan lulus di sma / smk itu change untuk suksesnya di zaman sekarang tidak begitu jauh beda, dalam artian semua memiliki change yang sama untuk sukses” .

Dengan kata lain untuk apa menghabiskan begitu banyak biaya agar lulus S1, kalau hanya dengan lulus sma atau smk saja itu change untuk suksesnya sama. Selain beberapa faktor tersebut juga ada beberapa faktor lainnya yang di mana membuat saya memutuskan untuk tidak lanjud kuliah ke jenjang S1,itu di karenakan biaya itu sendiri. Jujur setelah saya menempu pendidikan di Jawa Timur yang di mana rencana awal saya kesana hanya untuk kursus bahasa inggris semata selama 6 bulan, tapi kenyataan atau fakta pada waktu itu saat saya di temani kakak ipar saya mendaftar di lembaga tersebut saya di hadapkan 2 pilihan untuk ambil yang 6 bulan atau sekalian Diploma 1, sebab lembaga tempat saya kursus pada waktu itu memiliki semacam kerja sama dengan salah satu universitas yang ada di sana, sehingga lembaga kursusan saya itu memiliki program D1, yang di mana hal itu, untuk lulus bisa di tempuh selama kurang lebih 1 tahun.

Lokasi Pada Saat Outbond Di Kediri

Pertimbangannya waktu itu kakak ipar saya menyarankan untuk saya sekalian mengambil yang D1, alasannya ya kurang lebih maksud beliau adalah kenapa tidak sekalian ambil yang D1 mumpung masi ada di daerah ini ! Jawa Timur, dari pada hanya 6 bulan. Pada waktu itu saya mengiyakan sebab beliau berkata akan membantu saya untuk berbicara pada orang tua saya yang ada di Sulawesi Selatan, saat setelah beliau meninggalkan saya sendiri di jawa timur, tepatnya di Kediri.
Secara singkatnya pada saat saya menempuh pendidikan D1 selama kurang lebih setahun tersebut jika saya hitung – hitung total biayanya, mulai dari tiket pesawat, biaya kuliah Diploma 1  termasuk asramanya, biaya kkn di pesantren selama 2 bulan, biaya hidup selama kurang lebih 1 tahun penuh, biaya pada saat program outbound kampus di Kediri itu sendiri dan juga di Malang, serta biaya untuk program dari kampus ke bali, dan beberapa kebutuhan mendesak yang saya tidak ingat detilnya. Itu kurang lebih menghabiskan biaya hampir Rp. 30.000.000. kalau ingin di katakan rugi sih sebenarnya tidak, sebab setelah belajar dari sana, saya mendapatkan apa yang saya butuhkan yaitu ilmu bahasa inggris yang sangat saya rasakan bedanya dalam diri saya, baik sebelum saya kesana dan sesudahnya, terjadi perkembangan yang sangat signifikan mengenai kemampuan saya dalam berbahasa inggris, dan ada banyak juga beberapa bonus pengalaman terbaik lainnya.

Masi Pada Saat Outbond Di Kediri

Ini Pada Saat Outbond Di Malang

Dengan pertimbangan tersebutlah saya sempat berfikir untuk tidak melanjudkan kuliah di S1, sebab saya sudah sangat tidak enak kepada orang tua saya yang membiayai di tambah banyak bantuan biaya dari saudara saya, dalam hal ini adalah kakak laki-laki saya. Entah mengapa saya selalu berfikir semua bantuan bantuan dari kakak – kakak saya itu adalah utang bagi saya, jadi saya selalu mencatat kurang lebih semua jumlah bantun biaya yang mereka telah berikan yang saya ingat, agar sebisa mungkin ketika saya sudah mencapai yang namanya kesuksesan saya akan mengembalikan, uang – uang bantuan dari mereka, termasuk dari orang tua saya yang mungkin akan saya kembalikan dalam wujud lain, entah itu mengumrohkan ataupun menghajikan mereka berdua (Insya Allah, semoga tuhan memampukan serta mengijinkan saya untuk mengwujudkan semua itu, dan semoga Allah memberikan umur yang panjang serta kesehatan bagi kedua orang tua, kakak - kakak, serta semua keluarga saya, Amiin).

Ini Pada Saat Program Ke Bali 
Ini Pada Saat KKN Selama Kurang Lebih 2 Bulan Di Bojonegoro

Beberapa hal di atas adalah hal – hal yang membuat saya sempat berfikir untuk tidak lanjut kejenjang pendidikan selanjudnya. Al hasil saya selama kurang lebih 3 tahun, di mulai setelah saya balik dari Kediri Jatim ke Maros Sul-Sel itu stuck di Diploma 1 sampai pada tahun 2018 pertengahan. Namun selama 3 tahun tersebut ada banyak pengalaman yang saya dapatkan, baik dalam hal usaha, ataupun beberapa pekerjaan yang perna saya lakukan, serta pengalaman dari keputusan – keputusan bodoh yang pernah saya buat, di mana saat ini saya sebenarnya telah menanggung kerugian baik dari segi financial, harga diri, dan yang lainnya, itu semua berasal dari keputusan – keputusan bodoh tersebut, yang dimana saya tidak akan mengulangi kembali keputusan – keputusan bodoh itu.

Namun pada akhirnya di tahun 2018 akhir ini, saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah S1 Pendidikan Bahasa Inggris, menyambung dari jurusan saya yang sama pada saat saya masi mengambil Diploma 1, dan hal-hal yang membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk melajutkan kuliah ada pada article selanjudnya….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar