Ini
adalah mindset saya pada saat sebelum saya melanjutkan kuliah S1. Pada dasarnya
setelah saya lulus Smk dan sempat juga menempuh pendidikan D1 di luar Sulawesi
tepatnya di pulau Jawa, yang sudah sempat saya ceritakan pada article
sebelumnya mengenai pengalaman saya saat berada di sana. Sebenarnya saya sempat
berfikir untuk tidak melanjutkan pendidikan saya ke jenjang S1, sebab pada
waktu itu mindset saya tentang yang namanya kuliah sangatlah sempit.
Bisa di katakan sempitnya itu karena
saya selalu berfikir, bahwa kuliah tinggi tinggi di zaman sekarang itu tidak
menjamin yang namanya kesuksesan, di tambah lagi ada beberapa faktor yang
mendukung hal itu secara langsung dari hasil pengamatan saya, yang di mana saya
melihat begitu banyak sarjana yang bergelar S1 itu tidak bisa apa – apa, dalam
artian bisa di katakan sebagai pengangguran, selain itu di sisi lain ada banyak
yang hanya sekedar lulusan sma ataupun smk sudah bahkan mampu mendapatkan
pekerjaan yang gajinya bahkan setara dengan lulusan S1, pikir saya waktu itu “
Untuk apa kuliah tinggi tinggi kalau ternyata, hanya dengan lulus di sma / smk
itu change untuk suksesnya di zaman sekarang tidak begitu jauh beda, dalam
artian semua memiliki change yang sama untuk sukses” .
Dengan kata lain untuk apa menghabiskan
begitu banyak biaya agar lulus S1, kalau hanya dengan lulus sma atau smk saja
itu change untuk suksesnya sama. Selain beberapa faktor tersebut juga ada
beberapa faktor lainnya yang di mana membuat saya memutuskan untuk tidak lanjud
kuliah ke jenjang S1,itu di karenakan biaya itu sendiri. Jujur setelah saya
menempu pendidikan di Jawa Timur yang di mana rencana awal saya kesana hanya
untuk kursus bahasa inggris semata selama 6 bulan, tapi kenyataan atau fakta
pada waktu itu saat saya di temani kakak ipar saya mendaftar di lembaga
tersebut saya di hadapkan 2 pilihan untuk ambil yang 6 bulan atau sekalian Diploma
1, sebab lembaga tempat saya kursus pada waktu itu memiliki semacam kerja sama
dengan salah satu universitas yang ada di sana, sehingga lembaga kursusan saya
itu memiliki program D1, yang di mana hal itu, untuk lulus bisa di tempuh
selama kurang lebih 1 tahun.
![]() |
| Lokasi Pada Saat Outbond Di Kediri |
Pertimbangannya waktu itu kakak ipar
saya menyarankan untuk saya sekalian mengambil yang D1, alasannya ya kurang
lebih maksud beliau adalah kenapa tidak sekalian ambil yang D1 mumpung masi ada
di daerah ini ! Jawa Timur, dari pada hanya 6 bulan. Pada waktu itu saya mengiyakan
sebab beliau berkata akan membantu saya untuk berbicara pada orang tua saya
yang ada di Sulawesi Selatan, saat setelah beliau meninggalkan saya sendiri di
jawa timur, tepatnya di Kediri.
Secara singkatnya pada saat saya
menempuh pendidikan D1 selama kurang lebih setahun tersebut jika saya hitung –
hitung total biayanya, mulai dari tiket pesawat, biaya kuliah Diploma 1 termasuk asramanya, biaya kkn di pesantren
selama 2 bulan, biaya hidup selama kurang lebih 1 tahun penuh, biaya pada saat
program outbound kampus di Kediri itu sendiri dan juga di Malang, serta biaya
untuk program dari kampus ke bali, dan beberapa kebutuhan mendesak yang saya
tidak ingat detilnya. Itu kurang lebih menghabiskan biaya hampir Rp.
30.000.000. kalau ingin di katakan rugi sih sebenarnya tidak, sebab setelah
belajar dari sana, saya mendapatkan apa yang saya butuhkan yaitu ilmu bahasa
inggris yang sangat saya rasakan bedanya dalam diri saya, baik sebelum saya
kesana dan sesudahnya, terjadi perkembangan yang sangat signifikan mengenai
kemampuan saya dalam berbahasa inggris, dan ada banyak juga beberapa bonus
pengalaman terbaik lainnya.
![]() |
| Masi Pada Saat Outbond Di Kediri |
| Ini Pada Saat Outbond Di Malang |
Dengan pertimbangan tersebutlah saya
sempat berfikir untuk tidak melanjudkan kuliah di S1, sebab saya sudah sangat
tidak enak kepada orang tua saya yang membiayai di tambah banyak bantuan biaya
dari saudara saya, dalam hal ini adalah kakak laki-laki saya. Entah mengapa
saya selalu berfikir semua bantuan bantuan dari kakak – kakak saya itu adalah
utang bagi saya, jadi saya selalu mencatat kurang lebih semua jumlah bantun
biaya yang mereka telah berikan yang saya ingat, agar sebisa mungkin ketika
saya sudah mencapai yang namanya kesuksesan saya akan mengembalikan, uang –
uang bantuan dari mereka, termasuk dari orang tua saya yang mungkin akan saya
kembalikan dalam wujud lain, entah itu mengumrohkan ataupun menghajikan mereka
berdua (Insya Allah, semoga tuhan memampukan serta mengijinkan saya untuk
mengwujudkan semua itu, dan semoga Allah memberikan umur yang panjang serta
kesehatan bagi kedua orang tua, kakak - kakak, serta semua keluarga saya, Amiin).
![]() |
| Ini Pada Saat Program Ke Bali |
| Ini Pada Saat KKN Selama Kurang Lebih 2 Bulan Di Bojonegoro |
Beberapa hal di atas adalah hal – hal
yang membuat saya sempat berfikir untuk tidak lanjut kejenjang pendidikan
selanjudnya. Al hasil saya selama kurang lebih 3 tahun, di mulai setelah saya
balik dari Kediri Jatim ke Maros Sul-Sel itu stuck di Diploma 1 sampai pada
tahun 2018 pertengahan. Namun selama 3 tahun tersebut ada banyak pengalaman
yang saya dapatkan, baik dalam hal usaha, ataupun beberapa pekerjaan yang perna
saya lakukan, serta pengalaman dari keputusan – keputusan bodoh yang pernah
saya buat, di mana saat ini saya sebenarnya telah menanggung kerugian baik dari
segi financial, harga diri, dan yang lainnya, itu semua berasal dari keputusan
– keputusan bodoh tersebut, yang dimana saya tidak akan mengulangi kembali
keputusan – keputusan bodoh itu.
Namun pada akhirnya di tahun 2018 akhir ini,
saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah S1 Pendidikan Bahasa Inggris,
menyambung dari jurusan saya yang sama pada saat saya masi mengambil Diploma 1,
dan hal-hal yang membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk melajutkan kuliah
ada pada article selanjudnya….




Tidak ada komentar:
Posting Komentar