Tapak suci adalah salah
satu aliran seni beladiri silat di indonesia, yang di mana tapak suci ini
adalah sebagai salah satu ortom juga di muhammadiyah. Tapak suci tidak hanya
sekedar belajar tentang beladiri atau tata gerak saja, tetapi juga kita di sini
dapat belajar pula tentang keislaman, karena memang tapak suci bermottokan, “Dengan
Iman Dan Ahlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman Dan Ahlak Saya Menjadi Lemah”.
Read More...!!!
Tidak seperti aliran
seni beladiri silat lain, yang terkadang sebagian dari mereka ada yang mempunyai
ilmu tenaga dalam, namun bekerja sama dengan jin (yang bisa-bisa hal yang satu
ini dapat menjerumuskan kita kepada kemusyrikan), dan sebagian dari aliran seni
beladiri lain, ada yang mempunyai pula tenaga dalam, yang di mana tenaga dalam
itu di peroleh dengan cara, atau betul-betul murni karena latihan olah
pernapasan yang benar, dan tidak ada sama sekali campur tangan jin (dan
sependapat saya hal yang satu ini tidaklah masalah, selama hal itu di
pergunakan untuk kebaikan).
Tapak suci sejauh yang saya ketahui,
insyah allah jauh dari pada kemusyrikan, yang saya pernah dengar dari pelatih
saya, memang tapak suci juga mempunyai ilmu tenaga dalam, tapi cara
mendapatkannya, sama sekali tidak ada campur tangan dari pada jin, saya pribadi
belum mempelajarinya di dalam tapak suci, karena saat ini tingkatan saya saat
menulis article ini masi sebagai kader dasar di tapak suci (Sabuk Biru Polos),
sebab pelatih saya mengatakan hal itu akan saya pelajari nanti ketika tingkatan
saya sudah kader utama (Sabuk Biru Bunga 4), selangkah lagi menjadi seorang
pendekar (Sabuk Hitam) di dalam tapak suci..”
Sejarah Tapak Suci
Perguruan Tapak suci ini di dirikan pada tanggal 10
Rabiul Awal 1383 H, bertepatan dengan tanggal 31 juli 1963 M, di kampung Kauman
Yogyakarta.
Perguruan tapak suci, merupakan perkembangan dan
kelanjutan dari perguruan yang telah lama ada sejak tahun 1925. Tokoh pendekar
perguruan Kauman sebagai cikal-bakal pendekar Tapak Suci adalah pendekar besar
Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib, guru utama kedua pendekar tersebut adalah
pendekar besar KH. Busyro dari perguruan Banjaran.
Proses lahirnya tapak suci ini adalah di mana
bergabungnya 3 perguruan besar yaitu perguruan Kauman, perguruan Siranoman, dan
perguruan Kasegu. Pada malam jumat 10 Rabiul Awal 1383 H / 31 Juli 1963 M,
pukul 21.00 Wib. Bertempat di pesantren Aisyah, di deklarasikanlah” Persatuan
Pencak Silat Tapak Suci” dengan garis perjuangan bahwa Tapak Suci berjiwa
ajaran KH. A. Dahlan, keilmuan Tapak Suci Methodis Dinamis, dan keilmuan tapak
suci bersih dari syirik dan menyesatkan.
Kemudian pada tanggal 27-28 November 1966 dalam
Komprensi Nasional I Perguruan Tapak
Suci di Yogyakarta mengubah nama Persatuan Pencak Silat Tapak Suci menjadi
“Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gerakan dan Lembaga Perguruan Seni Beladiri
Indonesia” yang di ketuai oleh functionaries Muhammadiyah H. Djarnawi
Hadikusuma.
Saya pribadi merasakan dampak positive yang sangat
besar ketika aktive di dalam organisasi pencak silat Tapak Suci Putera
Muhammadiyah ini, selain mental dan fisik saya terasah di sini, saya juga dapat
mendapatkan banyak kenalan atau teman, dan Tapak Suci ini juga saya jadikan
sebagai salah satu media dakwa saya untuk agama islam. Karena kita semua ummat
manusia memiliki kewajiban untuk selalu senantiasa mendakwakan ajaran agama
islam yang tercinta ini,...”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar