28 September 2015

Organisasi Keduaku “Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)”

Berawal dari niat saya yang salah, sebab pada awalnya saya tidak ingin ikut pengkaderan dari pada IPM atau bisa di katakan saya pada awalnya tidak tertarik sama sekali untuk bergabung di organisasi ini, dua hal yang membuat saya  masuk di ikatan ini yang pertama di sebabkan  karena  adanya seorang wanita yang sudah sejak lama saya kejar yang kedua karena adanya teman yang berubah sikap lebih fositive setelah memasuki organisasi ini. meskipun saya pribadi mengetahui bahwa wanita ini sama sekali tidak ada perasaan terhadap saya, itu saya katakan sebab sebelumnya saya sudah pernah sekali menembaknya dan hasilnya dia menolak dengan alasan di dalam kamus kehidupannya tidak ada yang namanya pacaran .

ipm maros

Read More...!!!


 Meskipun seperti itu saya tetap mencobah untuk selalu memperhatikannya dari kejauhan karena hati saya selalu menyukainya meskipun sering dia sakiti. Ini lah yang saya sebut sebagai zaman jahiliah kepribadian saya saat itu, karena belum terlalu mendalami secara serius yang namanya agama islam.

Lambat laung niat salah itupun berubah menjadi niat yang sebenarnya yaitu, menuntut ilmu semata mengharap ridho Allah Swt, sebab di organisasi ini banyak memberikan saya pemahaman-pemahaman mengenai islam yang sesungguhnya. Di dalam proses pengkaderan yang saya ikuti selama kurang lebih 5 hari, saya mendapatkan banyak ilmu baru mengenai keorganisasian, tata cara beribadah yang benar, memahami tentang apa sebenarnya tujuan dari pada hidup saya di muka bumi ini, tata cara bersuci dengan benar, tata cara beretorika, dan banyak lagi hal-hal lainnya. Meskipun seperti itu saya sama sekali tidaklah merasa bangga berada dan aktive di organisasi ini sebab saya selalu waspada dari pada yang namanya sifat berbangga-banggaan, jangan sampai sifat itu membuat saya sombong, takabbur, dan selalu merasa diri sayalah yang paling benar, yang lainnya itu salah.

ipm maros


Dalam ikatan ini pulalah saya memahami bahwa pacaran di dalam agama islam itu sebenarnya tidak pernah ada, karena segala aktivitas dari pada pacaran adalah maksiat seperti telpon-telponan, manja-manjaan, pegang-pengangan, dan banyak lagi aktivitas yang semacamnya yang dapat di kategorikan sebagai zina.

ipm maros


Sebenarnya di dalam agama islam itu yang ada hanyalah taaru’fan yaitu sebuah proses perkenalan sebelum menikah, dan hal ini sangat jelaslah berbedah dengan pacaran sebab taarufan itu harus ada pihak ketiga yang menemani, yaitu mahram dari wanita atau pria yang ingin melakukan perkenalan agar tidak menimbulkan fitnah dan syahwat, dan hal ini pulalah yang membuat saya ihklas untuk berhenti mengejar wanita tersebut. Saya merasa bersyukur pada waktu itu dia menolak saya, dengan begitu saya tidak membawa dia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat bersama saya dengan alasan cinta dan sayang. Alhamdulillah Thanks My God..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar