Berawal dari niat saya yang salah, sebab pada
awalnya saya tidak ingin ikut pengkaderan dari pada IPM atau bisa di katakan
saya pada awalnya tidak tertarik sama sekali untuk bergabung di organisasi ini,
dua hal yang membuat saya masuk di
ikatan ini yang pertama di sebabkan
karena adanya seorang wanita yang
sudah sejak lama saya kejar yang kedua karena adanya teman yang berubah sikap
lebih fositive setelah memasuki organisasi ini. meskipun saya pribadi
mengetahui bahwa wanita ini sama sekali tidak ada perasaan terhadap saya, itu
saya katakan sebab sebelumnya saya sudah pernah sekali menembaknya dan hasilnya
dia menolak dengan alasan di dalam kamus kehidupannya tidak ada yang namanya
pacaran .
Read More...!!!
Meskipun
seperti itu saya tetap mencobah untuk selalu memperhatikannya dari kejauhan
karena hati saya selalu menyukainya meskipun sering dia sakiti. Ini lah yang
saya sebut sebagai zaman jahiliah kepribadian saya saat itu, karena belum
terlalu mendalami secara serius yang namanya agama islam.
Lambat laung niat salah itupun berubah menjadi niat
yang sebenarnya yaitu, menuntut ilmu semata mengharap ridho Allah Swt, sebab di
organisasi ini banyak memberikan saya pemahaman-pemahaman mengenai islam yang
sesungguhnya. Di dalam proses pengkaderan yang saya ikuti selama kurang lebih 5
hari, saya mendapatkan banyak ilmu baru mengenai keorganisasian, tata cara
beribadah yang benar, memahami tentang apa sebenarnya tujuan dari pada hidup
saya di muka bumi ini, tata cara bersuci dengan benar, tata cara beretorika,
dan banyak lagi hal-hal lainnya. Meskipun seperti itu saya sama sekali tidaklah
merasa bangga berada dan aktive di organisasi ini sebab saya selalu waspada
dari pada yang namanya sifat berbangga-banggaan, jangan sampai sifat itu
membuat saya sombong, takabbur, dan selalu merasa diri sayalah yang paling
benar, yang lainnya itu salah.
Dalam ikatan ini pulalah saya memahami bahwa pacaran
di dalam agama islam itu sebenarnya tidak pernah ada, karena segala aktivitas
dari pada pacaran adalah maksiat seperti telpon-telponan, manja-manjaan,
pegang-pengangan, dan banyak lagi aktivitas yang semacamnya yang dapat di
kategorikan sebagai zina.
Sebenarnya di dalam agama islam itu yang ada hanyalah
taaru’fan yaitu sebuah proses perkenalan sebelum menikah, dan hal ini sangat
jelaslah berbedah dengan pacaran sebab taarufan itu harus ada pihak ketiga yang
menemani, yaitu mahram dari wanita atau pria yang ingin melakukan perkenalan
agar tidak menimbulkan fitnah dan syahwat, dan hal ini pulalah yang membuat
saya ihklas untuk berhenti mengejar wanita tersebut. Saya merasa bersyukur pada
waktu itu dia menolak saya, dengan begitu saya tidak membawa dia melakukan
perbuatan-perbuatan maksiat bersama saya dengan alasan cinta dan sayang. Alhamdulillah
Thanks My God..”



Tidak ada komentar:
Posting Komentar