04 Oktober 2015

Ku Terlalu Menyukainya Sehingga Harus Berakhir Lebih Baik Meskipun Mengecewakan

Annisa Nurul Afifah namanya atau biasa di panggil dengan nama Ulfa seorang gadis yang membuat saya hampir setiap menitnya selalu memikirkan segalah hal tentangnya. Wanita ini adalah adik kelas saya pada saat saya masih duduk di bangku smk, entah kenapa sejak awal pertama melihatnya, hati saya langsung menyukainya, sampai-sampai terbawa mimpi 3 malam berturut-turut, memang kedengarannya terasa konyol tapi itulah faktanya..”


Read More..!!!

Wanita ini pulalah yang membuat saya merasa semangat ketika menjalani aktivitas-aktivitas di sekolah maupun di organisasi, seperti di artikel saya sebelumnya yang berjudul “Organisasi Keduaku “Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)” di situ saya menjelaskan tentang bagaimana saya bisa masuk di organisasi itu dari niat yang salah menjadi benar, wanita yang saya maksudkan di artikel itu adalah wanita ini. Wanita yang membuat saya merasa selalu ingin dekat dan selalu ingin membuatnya tersenyum bahagia, dan inilah yang kita sebut sebagai perasaan cinta.

Ketika saya belum memahami betul tentang makna cinta dalam syariat islam, saya pernah menembak untuk pertamakalinya wanita itu, lalu dia menjawab di dalam kamus kehidupan saya tidak ada yang namanya pacaran. Setelah saya mengatakan perasaan saya yang sebenarnya, saya merasa legah, meskipun sedikit sakit hati, karena jawaban itu. Lambat laung meskipun sedikit sakit hati, saya tetap menjaga komunikasi dengan dia, yang saya sukai dari wanita ini salah satunya ialah ketika saya sudah mengutarakan perasaan saya, hari-hari saya dengan wanita ini tetap berjalan normal seperti biasanya, dia sama sekali tidak membenci, atau menjauhi saya ketika saya ingin berkomunikasi dengan dia. Sebab menurut hasil pengamatan saya di luaran sana, kebanyakan wanita ketika ada seorang pria yang telah menyatakan perasaannya, lalu wanita tersebut menolak maka hari-hari kedepannya wanita itu akan terus menghindar.

Memang hati saya sedikit sakit, namun tidak lamah kemudian, saya kembali menembaknya untuk kedua kalinya, sebab mungkin pada saat itu perasaan saya membuat pikiran saya yang jernih menjadi buram, lalu ketika kita mengaku cinta pada seseorang maka kita akan selalu berusaha untuk mendapatkannya, meskipun sebelumnya sudah pernah ditolak, dan menurut pendapat saya jika di tolak sekali lantas menyerah begitu saja, maka itu bukan betul-betul cinta namanya.

Jawaban yang saya terimah untuk kedua kalinya dari dia yaitu yang pada intinya, dia berkata tidak menerima saya dan tidak berarti pula dia menolak saya..” jawaban semacam ini intinya saya di gantung olehnya, hehehe, sangat menyesakkan hati bukan..”

Ok, setelah mendengar jawaban itu, saya merasa dilema untuk selalu berbuat hal yang lebih kepada dia, namun hari-hari tetap berjalan normal seperti biasanya.

Setelah semua itu terjadi barulah saya mengenal di organisasi saya yang namanya cinta yang sesuai syariat islam dan pacaran itu sebenarnya bagaimana yang memang pada intinya tidak pernah ada di dalam islam, sebab segalah aktivitas dari pada pacaran hanyalah maksiat belakah. Dari situ saya berpikir bahwa ketika saya memang benar-benar mengaku cinta terhadap wanita ini lantas saya mengajaknya pacaran, maka cinta saya adalah cinta palsu, sebab kenapa ketika saya berpacaran misalnya dengan wanita ini, maka otomatis saya mengajak wanita ini mengumpulkan dosa bersama-sama, mengajak wanita ini menuju keneraka bersama-sama, apakah ini yang di namakan cinta??? Cinta yang sebenarnya itu bermakna suci, pasti akan selalu membawa kita kepada hal yang baik-baik, bukan malah menjerumuskan kita kepada keburukan. Maka dari sini pulahlah saya berhenti untuk mengejar wanita ini, karena saya memang benar-benar merasa cinta dan sayang kepada wanita ini, maka saya harus mengindar dari dia,  karena saya tidak ingin membawa dia kepada keburukan. Meskipun pada awalnya terasa sangat sulit,  namun lama kelamaan, saya sudah terbiasa untuk hal itu. Meskipun saya menghindar secara langsung  namun saya masi terkadang mengirimkan pesan sms kepada dia, yang berisikan nasehat-nasehat ataupun beberepa motivasi-motivasi yang membangun untuk kepribadiannya..”

Namun saat ini di tahun 2015, saya sudah merasa sangat kecewa dengan sikap dia, sebab saat ini dia sudah  berpacaran dengan seorang pria yang memiliki nama dengan inisial W, karena terbawa pergaulan di lingkungan sekolahnya. saya kecewa karena merasa semua nasehat dan motivasi yang saya berikan untuk dia untuk tidak berpacaran sia-sia belaka dan tidak berguna. Sekarang ini saya sudah bertekat untuk membenci kepribadiannya insya Allah semata karena Allah. Semoga dia dapat sadar secepatnya dan berubah menjadi muslimah yang sesungguhnya sehingga dapat menjaga kepribadiannya saat ini demi suaminya kelak entah siapa. Amiin..”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar