18 Maret 2017

Hidup Yang Terombang Ambing Layaknya Seorang Pecundang



Mungkin kalimat itulah yang menggambarkan hidup dan perasaan saya sekarang ini. Entah harus memulainya dari mana, saya berfikir mungkin sekarang inilah titik terendah dalam hidup saya, setidaknya itulah yang saya rasakan saat ini.

Masalah demi masalah datang silih berganti dalam hidup saya, di karenakan keputusan – keputusan bodoh yang sering saya lakukan secara tergesah – gesah.

Saya berfikir ini bukanlah cobaan dari Allah untuk saya melainkan ini semua adalah suatu akibat yang di sebabkan oleh keputusan atau tindakan yang telah saya pilih sebelumnya. Saat ini saya memiliki puluhan juta rupiah utang di bank, dan saat ini pulah motor yang baru saya cicil ingin di tarik sebentar lagi di sebabkan karena saya sudah tidak mampu lagi untuk membayarnya. 

Di tambah lagi rencana demi rencana untuk membangun usaha, sama sekali tidak ada yang terwujud di karenakan tidak adanya modal, saya 100% paham bahwa dalam membuat atau membangun suatu usaha, Modal adalah masalah Nomor 2, setelah Masalah nomor 1 yaitu Keberanian untuk memulai atau mencoba tanpa takut akan resiko. Untuk masalah keberanian saya telah miliki, untuk masalah yang ke dua Saya berencana untuk mengumpulkan modal terlebih dahulu dengan cara bekerja untuk sementara waktu, sebab saya tidak ingin memulai usaha saya dari hasil uang utangan dari bank apa lagi utang yang berbunga (Riba).

Namun masalahnya saya selalu merasa setegah – setengah untuk menjadi kariawan, sebab ada yang mengganjal rasanya yaitu saya sangat tidak suka di atur – atur oleh orang lain dan saya tidak ingin hidup di bawah jari telunjuk orang lain serta tidak ingin terikat dengan kerjaan, di buktikan pada pengalaman – pengalaman saya dalam menjadi kariawan sebelumnya tidak dapat bertahan lama, paling lama hanya dua bulan. Mungkin itu pulah yang membuat saya saat ini sulit untuk mendapat pekerjaan sebab saya setengah – setengah dalam mencarinya.

Saya 100% menyadari masalah yang saat ini saya hadapi masi belum ada apa – apanya di banding orang lain di luar sana yang mungkin lebih parah dari kondisi yang saya hadapi saat ini.

Baru – baru ini pulah saya merasa sangat aneh, mungkin terlalu mengingat masa lalu, jadinya terpikirkan kembali, seorang wanita yang saya sukai (Annisa Nurul Afifah). Namun saya tidak ingin terbawa untuk masalah itu, dengan berpikir (Saya siapanya dia? Untuk apa saya memikirkan dia? Dia juga sama sekali tidak menyukai saya, dan saya mungkin tidak akan pernah menjadi siapa – siapanya dia), dengan begitu saya tidak akan berharap lagi terhadap wanita ini, meskipun terkadang ketika saya chat sama dia, hati kecil saya selalu menginginkannya, namun tidak dengan jalan pacaran, melainkan dengan jalan pernikahan. 


Namun saya merasa itupun tidak akan mungkin terjadi sebab dia sama sekali tidak menyukai saya #Lebay, setidaknya itu yang saya rasakan…”

Sometimes I cry when I’m thinking about her, but I should forget every single memory that I have about her. Mungkin ini memang bisa di katakan terlalu Lebay, namun saya menyadari semua orang pasti pernah merasakan ketika telah menyukai seseorang, dan yang tahu masing – masing adalah pribadi mereka sendiri, jadi tentunya yang dewasa pasti akan memahami. 

Berharap Allah meluruskan kembali hidup saya yang kacau ini dan mengabulkan doa – doa yang ada dalam hati kecil saya. Amiin..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar