Tahun 2020 adalah merupakan tahun yang cukup pahit bagi kita semua para penduduk di bumi, entah ini merupakan suatu pembukaan yang tepat atau tidak akupun kurang begitu yakin tapi ikuti saja alur dari tulisan ini..”
Kenapa tahun ini aku sebut sebagai tahun yang pahit,
soalnya di tahun ini kita semua harus di terror oleh virus yang kabarnya
semuanya berawal dari Wuhan China, virus ini di beri nama Coronavirus Disease
2019, yang akhirnya di kenal dengan nama singkatannya yakni Covid-19..”
Kenapa 2019..? soalnya virus ini di temukan di akhir
– akhir tahun 2019, sebelum pada akhirnya menyebar ke hampir setiap penjuru dunia
di awal – awal tahun 2020, termasuk di Indonesia..”
Yang di mana virus ini menelan begitu banyak korban
jiwa hanya dengan hitungan beberapa bulan saja, untuk info lebih lengkap dan
lebih akuratnya kalian bisa searching sendiri di google, intinya situasi pada
saat aku menulis article ini, bisa di katakan masi cukup parah, soalnya korban
terus mengalami pertumbuhan. Entah kedepannya nasibku seperti apa, tidak
menutup kemungkinan akupun bisa terkena virus ini.
Lanjut ke topik pembahasan, anggap yang di atas tadi
itu sebagai prolog atau pembuka..!!!, Dikarenakan oleh situasi dan kondisi yang
semakin kacau, di mana pemerintah sudah melakukan berbagai macam cara untuk
menghadapi Virus ini, seperti larangan membuka berbagai tempat – tempat keramaian,
agar di harapkan kurangnya interaksi secara fisik pada masyarakat di setiap
daerah masing – masing, yang hanya berlaku beberapa bulan saja, sebab jika
pemerintah melakukannya secara terus menerus, maka ekonomi Negara akan semakin
hancur pula.
Karena dilema tersebut pada akhirnya pemerintah
mengisinkan kembali beberapa tempat keramaian untuk beroperasi seperti
sebelumnya, asal tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari pakai masker,
selalu cuci tangan pakai sabun, dan yang lainnya. Hingga kondisi / fase ini di
kenal dengan New Normal, siapa yang kebal virus maka dia yang survive.
Namun meskipun seperti itu masi banyak saja masyarakat yang kurang
mengetahui perihal kondisi atau fase ini, di mana mereka berfikir kondisi sudah
kembali normal, padahal belum sama sekali. Dikarenakan hal itu banyak
masyarakat yang sudah tidak mengikuti anjuran dari pemerintah, di sisi lain
banyak masyarakat yang sudah acu tak acu terhadap kondisi saat ini sebab mereka
sudah lelah.
Di karenakan hal tersebut UNICEF Dan USAID, bekerja
sama kepada beberapa lembaga / organisasi di Indonesia, untuk melakukan edukasi
kepada masyarakat, dalam hal ini salah satu lembaga / organisasi yang
bekerjasama dengan UNICEF dan USAID ialah Muhammadiyah itu sendiri, dengan
membentuk satgas khusus penanganan covid yang di kenal dengan nama MCCC yakni
Muhammadiyah Covid-19 Command Center. yang dimana memiliki struktur mulai dari
pusat sampai ke daerah, dan salah satu yang terpilih ialah Kabupaten Maros,
Sulawesi Selatan.
Tiap daerah di haruskan memiliki maksimal 20
relawan, kemudian di tambah monev dan korda, jadi total sekitar 22 orang. Di
karenakan oleh kehendak yang maha kuasa Allah SWT, pada akhirnya akupun menjadi
bagian dari relawan tersebut..”
Aku menulis article ini sebab aku merasa ini adalah
pengalaman yang cukup keren untukku, bisa bekerja sama sebagai team, dalam
mengedukasi masyarakat yang ada di Kabupaten Maros terkait Covid-19, dan aku
merasa jiwa peduli atau sosialku lebih dapat tumbuh berkat aktifitas –
aktifitas yang kami lakukan di lapangan pada saat mengedukasi masyarakat.
Tentu yang pasti, hal yang kami lakukan ini tidaklah
sempurna, entah apa niat dari kami masing –masing relawan dalam menjalankan
tugas kemanusiaan ini, namun sedikit banyaknya aku berharap ini bisa terhitung
sebagai amal baik di sisi Allah SWT.
Berikut beberapa foto dokumentasi pada saat aku
bersama teman -teman relawan lainnya, terjun ke lapangan..:
Tentu foto - foto di atas hanya sebagaian kecilnya saja, dari apa yang telah kami dokumentasikan, masi ada banyak kegiatan lainnya yang tidak aku tunjukan lewat article ini.
Kalau kembali ditanya rasanya seperi apa menjadi relawan di MCCC Maros, jawabannya cuma satu, yaitu Menyenangkan.."
Kenapa aku bilang seperti itu sebab aku sebagai orang yang introvert, yang biasanya lebih banyak cuek akan keadaan di sekitarku, melalui aktivitas - aktivitas yang aku dan teman - teman relawan lakukan di lapangan, cukup menumbuhkan jiwa - jiwa sosial atau kepedulianku terhadap lingkungan sekitar.."
Berharap kedepannya bisa kembali lebih memberi manfaat kepada banyak orang, dengan niat Insya Allah semata karena Allah Swt, Amiin.."
Terimakasih banyak aku ucapkan untuk kalian yang sudah membaca tulisanku ini, semoga sedikit banyak ada manfaat yang bisa kalian petik, dari setiap tulisan yang ada pada blog pribadiku ini.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar