Aku harap kalian yang buka article curhatanku ini, adalah orang – orang yang cerdas, yang tidak ambil kesimpulan hanya dari baca judulnya saja. Berharap kalian membacanya sampai habis dulu, baru ambil kesimpulan.
Yang kali ini akan aku share saat ini, bisa di katakan ini
adalah merupakan salah satu rahasia dari kepribadianku, yang nantinya tidak
akan menjadi rahasia lagi ketika kalian sudah membacanya.
Kenapa aku menulis ini..? Sebab akhir – akhir ini diskusi
di tempat tongkronganku selalu membahas yang namanya Wanita / Jodoh. Yang di
mana akupun kadang cukup sedikit risih, mendengar candaan – candaan bodoh dari
teman – teman setongkronganku, yang di mana mereka selalu mencoba menjodoh –
jodohkanku dengan wanita A, B, C, dan DLL. Disisi lain itu mungkin wajar –wajar
saja, namun yang terburuk ketika mereka berasumsi bahwa aku menyukai sesama
jenis, sebab aku tak pernah mau merespon lebih mereka, ketika mereka bertanya “Siapa
sebenarnya wanita yang kamu suka..?”
Sebenarnya aku paham bahwa konteksnya hanya sekedar
bercandaan, namun meskipun begitu, sampai di katakan penyuka sesama jenis, bukankah
itu cukup keterlaluan. Mendengar hal itu saja aku pribadi rasanya jijik dan
pengen muntah.
Tentu
saja aku tidak menanggapi candaan itu di tongkrongan secara berlebihan, sebab
masi ingin tetap menjaga yang namanya pertemanan, di sisi lain rasanya juga
terlihat ke kanak – kanakan, kalau sampai cuma masalah hal seperti itu aku
memusuhi temanku sendiri. So lewat tulisan ini aku ungkapkan rasa kesalku.
Pikir
kalian ini mungkin terlalu lebay sih, tapi yang namanya rasa kesal, siapa yang
tahu penyebabnya..?, Setiap kita pasti punya kesensitifan masing – masing, yang
di mana ketika orang lain membahas hal itu, kalian akan cukup merasa kesal.
Kembali
dari awal, aku pribadi mengerti kenapa banyak orang – orang yang ada di
sekelilingku sampai berasumsi atau berpikir demikian, sebab bertahun – tahun bergaul
dengan mereka, aku tidak pernah secara spesifik membahas tentang wanita yang
aku sukai, ke mereka.
Di
sisi lain mereka tidak pernah melihatku interaksi lebih terhadap wanita, dalam
artian mencoba dekat seperti itu, sebab aku membatasi diri akan hal semacam
itu.
Sebenarnya
aku punya alasan sendiri, mengapa aku membatasi diri untuk tidak terlihat dekat
dengan wanita siapapun, dengan rela menerima konsekuensi dan di cap, mungkin
oleh banyak wanita, ataupun orang – orang yang ada di sekitarku sebagai sosok
yang cuek dan kaku terhadap wanita.
Di
sisi lain aku sangat menyadari ketika ada wanita yang ingin mencoba mendekat
denganku, namun aku memberikan respon yang biasa – biasa saja, dan condong
cuek. Terlepas dari niat mereka yang mungkin menyukaiku, ataupun hanya ingin
sebatas berteman.
Sebelum
aku mengatakan alasannya, mengapa aku membatasi diri untuk berinteraksi lebih
terhadap wanita, terlebih dahulu aku ingin kalian mengetahui, bahwa aku pribadi
membenci yang namanya ‘Pacaran’ yang seperti kita kenal pada umumnya, yakni
aktivitas Antara pria dan wanita yang yakin bahwa mereka menyukai satu sama
lain, lalu mereka melakukan aktivitas – aktivitas layaknya suami dan istri,
pada hal mereka belum melakukan yang namanya pernikahan.
Kalau
kalian membuka tulisan – tulisan lamaku yang ada di blog ini, maka kalian akan
menemukan alasan – alasan mengapa aku tidak menyukai yang namanya pacaran, dan
salah satunya yakni dari segi Agama Islam itu sendiri. Kalian yang cerdas dan
sadar diri harusnya sudah tahu hal ini.
Jadi
alasan - alasan mengapa aku membatasi diri, agar tidak berinteraksi lebih
terhadap wanita yakni :
1.
Sebab aku tidak mau membuat wanita itu baper / atau berharap secara berlebihan
kepadaku, begitupun aku ke wanita itu. Karena aku ingin menjaga kesucian wanita
itu agar tidak melakukan yang namanya pacaran, untuk suaminya kelak, entah
siapa.
2. Sebab aku tidak ingin mencoba menjerumuskan wanita itu pada keburukan/dosa, baik yang di sengaja ataupun tidak seperti zina mata, zina hati, dll. Karena aku sebagai pria, pastinya memiliki hawa nafsu besar terhadap wanita. Dan salah satu cara untuk mengontrol itu adalah dengan membatasi diri, dari melakukan yang namanya interaksi dengan lawan jenis.
Mungkin
kalian yang membaca alasan – alasan di atas, ada yang berpikir bahwa aku
munafik, atau mungkin aku hanya ingin terlihat baik di mata yang membaca
tulisan ini, apapun pikiran atau asumsi kalian sebenarnya itu hak kalian.
Namun
perlu kalian ingat bahwa pada faktanya dalam agamaku islam (Agama Islam Kita) interaksi
pergaulan Antara pria dan wanita yang bukan mahram itu memang pada dasarnya di
batasi.
Untuk lebih detil perihal hadist ataupun larangan – larangannya silahkan klik link - link artikel dari situs – situs terpercaya di bawah ini, sebab aku pribadi tidak punya banyak waktu untuk menuliskannya secara detil.
- https://wahdah.or.id/batasan-pergaulan-laki-laki-dan-perempuan-yang- bukan-mahram/
- https://umma.id/article/share/id/1002/375476
Sebelum
lanjut aku harap kalian telah membaca isi
article dari kedua link di atas. Kalau malas baca cukup nonton video - video di
bawah ini :
Meskipun memang alasan – alasannya sudah sangat jelas, faktanya masih banyak di Antara kita
yang memang begitu sulit untuk terhindar
dari fitnah semacam itu di zaman sekarang, termasuk aku pribadi. Paling tidak aku sudah mencoba
sebisaku, dan aku gak peduli kalau banyak yang mengirah bahwa aku orangnya cuek
terhadap wanita. Sebab aku punya prinsipku sendiri.
Tapi
satu hal yang pasti aku gak bakal membuat siapapun wanita yang menjadi jodohku
kelak merasakan seperti itu. Dan yang pasti I will always make her happy. Insya
Allah.
Terus
pertanyaannya kapan aku bakal menikah??, tentu kalau di tanya seperti itu, jawabannya
sekarangpun aku mau, tapi jawaban yang sesungguhnya tetap hanya Allah yang tahu, di sisi lain masi ada fokus lain yang harus di
selesaikan, jadi belum bisa 100% kearah itu. Sembari aku sementara menjalankan
fokus yang harus ku selesaikan itu, di sisi lain akupun masi terus belajar
untuk memantaskan diri, kearah itu.
Semoga
Allah Swt, segera menunjukkan jalannya, dan memampukanku, serta memantaskanku
untuk dapat segera menikah. Amiin..”
Jika
memang Allah berkehendak memanjangkan umurku untuk itu, dan jika memang telah
tibah waktunya, maka aku bakal langsung mendatangi rumah orang tua wanita itu,
untuk meminta restu kepada orang tua / walinya, dengan niat untuk Taarufan
kemudian menikahi wanita itu jika sudah sama – sama cocok, Insya Allah semata
karena Allah.
Kalaupun
misal aku kelak datang kerumahnya lalu di tolak oleh orang tua / walinya, maka
solusinya simple aku tinggal kerumah orang tua wanita yang lainnya, Kan wanita
di dunia ini gak Cuma satu orang, so aku gak ambil pusing, yang penting kita
ikhtiar dan berdoa kepada Allah Swt, yakin kita akan mendapatkan jodoh yang
terbaik, yang telah Allah siapkan di depan sana.
So
kesimpulannya sesuai dengan judul di atas aku bakalan ‘Pacaran’ hanya ketika
aku telah menikah, dalam artian aku bakalan pacaran dengan Wanita yang kelak
menjadi Istriku.
Semoga Allah SWT, menjodohkanku dengan wanita yang cantik dan shalihah. Amiin, serta semoga siapapun jomblo yang telah membaca tulisanku ini, aku doakan dapat segera menikah serta di berikan jodoh terbaik oleh Allah SWT. Amiin.

��������
BalasHapusMaafkan aku kk Ardy yg mungkin selama ini telah membuat mu sedih dan risih ������