17 Oktober 2021

Memory Di Hari Pertama PPL

      Sudah setahun semenjak terakhir kali aku menulis di blog ini, ada begitu banyak moment yang aku lewatkan, dan kalau aku harus coba mengingat semua dari awal, untuk menulisnya, ntah akan menjadi berapa lembar halaman.

Mahasiswa Universitas Muslim Maros

Lama berfikir untuk kembali menulis, dan setelah mengumpulkan niat, akhirnya aku putuskan untuk menulis lagi, yang di mana memang ada sebuah moment yang belum lama ini terjadi, dan aku rasa ini cukup penting untuk aku abadikan melalui tulisan.

 

Seperti yang mungkin kalian ketahui tentangku, buat kalian yang merasa kenal aku. Aku itu termasuk salah satu orang yang cukup telat dalam melanjutkan kuliah, yang di mana jika normal, harusnya aku juga sudah lulus di tahun tahun lalu. Namun karena beberapa faktor seperti yang pernah aku jelaskan lewat tulisan yang sebelumnya, so sampai sekarang aku pada saat menulis ini, itu masi sementara sedang berada di bangku perkuliahan.

 

Waktu terasa berlalu cukup cepat, tak terasa sekarang aku sudah berada di semester 7 tepatnya di kampus Universitas Muslim Maros, dan minggu kemarin aku sudah mulai memasuki tahap PPL atau kalau istilah yang di gunakan oleh kampusku itu KEMAL (Kemahiran Mengajar Aplikasi Lapangan), intinya ini semacam praktik mengajar secara langsung di lapangan, karena jurusanku adalah Pendidikan Bahasa Inggris, so sudah sewajarnya jika harus melewati tahap ini.

Mahasiswa Universitas Muslim Maros

Aku dan enam orang temanku yang lain itu mendapat tugas di SMA Negeri 08 Mandai Maros, tepat pada hari sabtu (16 Oktober 2021), kami di terima secara resmi oleh pihak sekolah dari SMA Negeri 08 Mandai Maros, yang dalam hal ini Bapak Satria selaku kepala sekolah yang menjabat pada waktu itu.

 

Mahasiswa Universitas Muslim Maros

 Total prodi yang ikut bertugas PPL di sekolah itu ada 5, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Fisika, Biologi, dan Matematika. Yang detilnya itu 2 orang dari Bahasa inggris yakni aku pribadi Ardiansyah dan Sry Kamaria, terus ada 2 orang dari Bahasa Indonesia yakni Muh. Nurhidayat dan Syahriani Syamsuddin, terus ada satu orang dari Fisika yakni Hesti Amalia, lanjut ada satu orang dari Biologi yakni Rismawati, dan yang terakhir ada satu orang dari Matematika yakni Sarmila.


Mahasiswa Universitas Muslim Maros

So di sini ada total 2 orang laki laki yang salah satunya aku pribadi dan ada 5 orang Perempuan. Yang sebelumnya aku cukup kenal dari mereka itu ada 2 orang yang pertama Nur. Hidayat dari Pend Bahasa Indonesia dan Sry Kamaria yang di mana ini memang sudah satu kelas denganku dari awal kuliah. 4 orang perempuan sisanya itu aku baru mulai mengenal mereka pada saat PPL ini di mulai, dan aku cukup merasa senang bisa kenalan dengan mereka, yang dimana orangnya seru seru, cepat akrab dan mudah bergaul.

 

Di tulisan ini ada cukup banyak foto – foto mereka, soalnya salah satu kebiasaan yang sering mereka lakukan pada saat bersama, khususnya yang perempuan adalah kebiasaan yang pada umumnya para perempuan sering lakukan , yakni Selfie.

 

Mahasiswa Universitas Muslim Maros

Ada sedikit cerita yang cukup tidak bisa aku lupakan di hari penerimaan tersebut, sebab temanku telah mempersiapkan segala hal yang di butuhkan untuk menghadapi acara penerimaan tersebut, yang tadinya kami pikir acara penerimaannya akan di lakukan secara terstruktur layaknya acara penerimaan yang di hadapi oleh teman teman kami di sekolah lain, seperti pakai MC, nyanyi Indonesia Raya, baca doa, sambutan sambutan, ada snack kue dan minuman untuk pembicara dan seterusnya.

 

Namun yang terjadi adalah pas hari h apa yang kami espektasikan tidak terjadi seperti itu, malah yang terjadi adalah kami dan dosen pembimbing kami, hanya di suruh masuk ke ruangan kepala sekolah, lalu kepala sekolah langsung memberikan kami arahan, setelah itu di lanjut sepata kata dari dosen pembimbing kami, dan acara penerimaan selesai begitu saja, simple, cepat, sederhana dan tidak kaku dalam artian tidak perlu pakai MC segalah.

 

Mahasiswa Universitas Muslim Maros

Setelah acara penerimaan tersebut kami di minta untuk mencari guru pamong kami masing – masing, setelah usai bertemu, terjadilah moment yang cukup bisa di katakan sedikit menyebalkan sih, untuk aku pribadi bersama salah seorang teman yakni Sry Kamaria, yang di mana kondisinya waktu itu guru pamong Sry Kamaria menyuruhnya untuk ke perpustakaan, lalu temanku yang satu ini memintaku untuk menemaninya ke perpustakaan tersebut, sesampai di sana, di dalam ruangan ada seorang guru yang lagi mengajar secara online, dan satu lagi ada Nur Hidayat yang lagi menunggu guru tersebut. Aku dan Sry Kamaria langsung masuk begitu saja keruang perpustakaan dengan tidak berisik, dan langsung mencari buku yang di perintahkan.

 

Tidak lama setelah mencari buku, pada saat guru tersebut telah selesai juga mengajar, beliau langsung menegur kami dengan pikiran seolah olah kami tidak memiliki etika, sebab tidak meminta isin terlebih dahulu, sebelum mencari buku, pada hal posisinya kami terburu buru, di tambah kami tidak ingin mengganggu beliau yang sedang mengajar, di sisi lain perpustakaan – perpustakaan pada umumnya yang kami ketahui dan pernah masuki, itu kalau masuk yah masuk saja, tidak perlu ada embel embel minta isin segalah, yang pentingkan kami tidak berisik, itu pikir kami waktu itu, namun guru tersebut tetap bersih kekeh mengatakan kalau kami tidak beretika, pada hal maksud kami tidaklah seperti itu.


Kondisi awalnya juga kami tidak berpikir kalau beliau memang adalah petugas di perpustakaan tersebut, soalnya beliau mengajar, dan setau kami kalau yang jaga di perpustakaan semacam itu, bukanlah seserorang yang berstatus guru, namun kondisi di tempat itu berbeda, Cukup menyebalkan dan tidak nyaman sih untuk aku pribadi di hari pertama setelah penerimaan di tempat itu, Namun dari pada urusan tambah panjang yah kami minta maaf kepada guru tersebut.

 

         Mungkin itu adalah sedikit cerita nyata yang bisa aku bagi pada tulisan kali ini based on kehidupan realku. Thankyou untuk kamu yang sudah baca tulisan ini sampai selesai..!!! kedepannya aku bakalan tetap coba menulis hal hal yang aku rasa cukup penting untuk aku abadikan lewat tulisan.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar