Ada pertemuan maka ada perpisahan, sebab tidak selamanya orang – orang yang kita senangi akan selalu ada berdiri di samping kita, dan itulah bagian dari kehidupan yang harus kita biasakan.!
Aku harap kalimat pembuka di atas itu cukup akan mewakili isi dari pada apa yang akan aku coba tuliskan di sini, seperti yang kalian lihat dari judul, lewat tulisan ini aku mau sedikit cerita tentang hari di mana masa PPLku berakhir.
Kalau kalian baca di postingan tulisanku yang sebelumnya itu bulan oktober 2021 lalu aku dan beberapa teman sekampus mulai melaksanakan kegiatan PPL di salah satu sekolah SMA yang ada di Kabupaten Maros, tepatnya di SMA Negeri 8 Maros, dan di bulan desember 2021 ini, kegiatan tersebut telah usai.
Di mana pada hari sabtu 11 desember 2021, pihak kampus resmi menarik kami dari sekolah tempat kami melaksanakan PPL tersebut. Apa yang mau aku ceritakan di sini adalah beberapa kejadian yang terjadi di hari tersebut, yang menurutku cukup sayang untuk tidak aku dokumentasikan melalui tulisan ini.
Sebab di masa yang akan datang ntah di umur 40, 50, atau 60 jika memang Allah masi mengisinkan dan memberi umur yang panjang buatku dan untuk kalian yang membaca ini, bisa saja tiba tiba merindukan moment moment pada saat masi melaksanakan kegiatan tersebut, dan lewat tulisan ini untuk aku pribadi bisa bernostalgia kembali.
Lanjut ke cerita sehari sebelum acara penarikan di laksanakan, di group wa kami membahas tentang persiapan, yang baru tiba tiba kami putuskan hari itu untuk ikut juga membuat acara makan makan di sekolahan seperti tradisi yang di lakukan oleh senior senior di tahun tahun sebelumnya ketika melaksanakan penarikan. Cukup lama berdiskusi untuk memilih menu apa yang pas untuk di sajikan, lalu pada akhirnya sepakatlah kami memilih mie titi.
Rencananya kami ingin membuatnya bersama sama namun salah seorang teman kami menginisiasi untuk rela mengurus dan membuat ini bersama dengan keluarganya, tanpa bantuan dari kami yang lain, Big thanks untuk Sari Dan Family..!!!
Lalu keesokan harinya di pagi hari sebelum beberapa jam kemudian penarikan di laksanakan, kami berangkat terlebih dahulu ke rumah Sari, sebelum kesekolah, untuk mengambil makanan yang telah di buat, saat itu yang hadir di sana ada Risma, Mila, Sry dan Yayat yang dari ambil plakat dahulu yang telah di pesan jauh hari sebelumnya, kemudian kayanya sempat tersesat juga ambil jalan yang salah sebelum akhirnya sampai, kemudian ada aku pribadi serta Sari sang pemilik rumah, Untuk Hesty kemungkinan kalau tidak salah pada posisi ini dia masi mandi di rumahnya.
Di rumah sari ada beberapa barang yang berisikan makanan yang harus kami bawah, karena tidak memungkinkan kami membawa masing masing tanpa boncengan, maka kami memutuskan untuk membawanya 2 orang – 2 orang menuju kesekolah, Aku dan Yayat bertugas membawa kuahnya yang hampir satu termos full, kemudian ada Risma dan Mila yang membawa kuah yang lain, dan ada Sry dan Sari membawa mie keringnya.
Pada saat pertamakali termos kuah tersebut naik di motor yang aku pakai, almamaterku sempat kena kuah yang tumpah di punggung, akupun melepasnya lalu memakai baju biasaku, pada saat di perjalanan menuju kesekolah Yayatpun mendapatkan hal sama, yakni ketumpahan kuah di area bawa bajunya dan celana, sebab ada banyak lubang di jalan, yang membuat termos mengalami goncangan yang sangat dahsyat, sehingga membuat termos bergoyang miring lalu tumpah sedikit sedikit, (#Lebay), kamipun singgah ke warung untuk membeli kantong kresek, untuk memantelkan termos tersebut, agar kalau tumpah tidak merepotkan lagi.
Sesampainya di sekolah dosen pembimbing kami ternyata sudah hadir lebih awal, lalu kami langsung mempersiapkan makanan untuk dapat di santap oleh para guru guru yang ada di sana, dan barulah pada posisi ini Hesty datang dengan wajah polosnya, telat tak bersalah kwkwkw..”
Penarikan pada posisi itu belum bisa di laksanakan langsung sebab Kepala Sekolah kemungkinan lupa, jadi beliau ke kegiatan lain, namun untungnya Ibu Kepsek yang baik hati, ingin mewakili bapak kepala sekolah untuk melakukan penarikan tersebut, bersama guru guru pamong kami masing – masing, hingga berakhirlah acara penarikan.
Masi ada cerita menarik lainnya di sekolah pada hari itu, ini berkaitan dengan orang yang telat tadi Hesty, yang tiba tiba mendapatkan hadiah dari penggemar rahasianya berupa bucket bunga, yang kemudian memiliki pesan seperti ini.
Pikir kami dari awal itu hadiah dari murid muridnya, namun setelah di telaah dari kata – kata, dan tempat bunga itu di pesan, kami berkesimpulan tidak mungkin kalau ini dari murid murid, sebab ada tulisan by Kemeja Putih, probably atau kemungkinan terbesarnya ini berasal dari salah satu guru yang ada di sekolah itu, dia pribadi mengatakan tidak tau ini dari siapa sebab klw tidak salah ia di arahkan mungkin lewat chat oleh orang itu ketempat bucket bunga itu berada. Meskipun mungkin dia tidak tau siapa yang kasih, tapi kalau yang namanya perempuan pasti senanglah di beri hadiah semacam itu.
Oh iya, Big thanks juga sebelumnya untuk Hesty yang sudah mau relah membantuku dan teman teman yang lain untuk beberapa lembar laporan bisa di printkan di rumahnya, meskipun dengan biaya yang sangat mahal, dalam candaan, kwkwkw 10 juta / lembar..!!!
Setelah kegiatan penarikan di sekolah usai, kami semua kembali kerumah sari untuk mengadakan acara kami sendiri, yakni makan mie titi, dan ngebakwan, hinggah akhirnya di soreh hari mau menjelang magrib kamipun pulang kerumah masing masing..”
Melalui tulisan ini aku juga mau mengucapkan terimakasi banyak kepada teman teman PPLku, yang sudah memberikan waktu waktu terbaiknya dalam kebersamaan, untuk aku pribadi I will miss those moment. Dan juga aku minta maaf kalau selama menjalankan aktivitas bareng kalian ada salah / ataupun hal hal yang kurang menyenangkan di mata kalian..!!!
Hopefully kalian bisa mencapai apapun hal baik yang kalian harapkan kedepannya..!!! Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar