01 Mei 2026

Memilih Resign Jadi Guru Setelah 3 Tahun

     Udah lama banget gak nulis di blog pribadi ini. Ada begitu banyak momen sebenarnya yang bisa aku katakan terlewatkan selama beberapa tahun ini, namun di sini aku mau rangkum yang menurutku penting aja.

    Untuk kali ini Adalah soal pengalamanku menjadi guru Bahasa Inggris di salah satu Yayasan terbaik yang ada di Kab. Maros, yakni Al Ishlah. Alhamdulillah pernah menjadi guru di tempat itu selama kurang lebih 3 tahun di SMPnya, sebelum memilih untuk resign dan awal masuknyapun beruntung Allah kasi kesempatan masuk ngajar, sebelum lulus dari bangku perkuliahan itu sekitar awal tahun 2022, yang di mana waktu itu menjelang semester akhir.

    Kenapa 2022 baru akhir akhir semester, karena seperti yang sudah aku jelaskan di postingan sebelumnya aku memang telat dalam lanjut kuliah soalnya lulus smk 2014 terus lanjut ke pare kediri sampai 2015, setelah itu kerja kerja kerja, barulah 2018 bisa lanjut kuliah lagi.

Pada saat magang waktu smk di Merpati Airlines

Teman Sekelas Waktu Di Kampung Inggris Pare Kediri

    Lanjut ketika di Al-Ishlah itu adalah pengalaman kerja yang sangat menyenangkan buatku pribadi. Ketika berada di sana Ketua Yayasannya (Ust Zul) menurutku memimpin yayasan itu dengan baik, soalnya kesejahteraan guru guru sangat di perhatikan dan juga di didik dalam ilmu agama setiap saat meskipun kita guru mapel umum bukan mapel agama.

    Wajar kalau di luaran sana ada begitu banyak guru guru yang tertarik untuk masuk di Yayasan Al-Ishlah Maros. Untuk aku pribadipun awalnya belum ada minat dan tidak tahu sama sekali akan hal ini, hanya saja waktu itu Ust Amin selaku kepsek yang masih menjabat di SMP IT Al- ISHLAH Maros waktu itu yang sekaligus juga Ketua Muhammadiyah Kab. Maros, membujukku untuk bisa mengajar di tempatnya soalnya waktu itu guru Bahasa Inggrisnya sudah tidak pernah hadir di karenakan dari cerita yang aku dengar ntah benar tidaknya itu karena sakit. Jadi posisinya harus segera ada yang isi agar jam mata pelajaran tidak kosong.

    Kenapa aku pribadi bisa sampai di bujuk soalnya Ust Amin itu mengetahui kalau jurusan perkuliahan aku pribadi itu adalah S1 Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus jauh sebelum kuliah itu aku pernah belajar Bahasa inggris di kampung inggris Pare, Kediri, Jawa Timur kurang lebih satu tahun di sana. Di tambah aku dari awal sudah cukup lama mengenal Ust Amin soalnya aku cukup aktive berorganisasi di Muhammadiyah Kab. Maros terutama di ortom ortomnya, Tapak Suci, IPM, dan Pemuda Muhammadiyah, hingga akhrinya masuk pada kepengurusan Muhammadiyah.

Teman Kuliah Pendidikan S1 Bahasa Inggris UMMA

Kursus Bahasa Inggris Di GENTA Pare Kediri Jawa Timur

    Awalnya aku tidak langsung menerima soalnya waktu itu aku masi aktive kuliah di semester akhir, takutnya tidak maksimal dalam mengajar, tapi pada akhirnya ust amin tetap membujuk dan memaklumi kondisiku. Jadi masuklah aku mengajar di Smp Al-Ishlah waktu itu yang awal awalnya belum maksimal soalnya terbentur perkuliahan, tapi untungnya tetap bisa lanjut sampai lulus kuliah meskipun aku yakin pada waktu itu dari pihak Ust Amin sebagai kepsek dan juga Ust Zul Ketua Yayasan Pasti ada kecewa.

     Satu hal lagi yang cukup berkesan pada saat aku di sana soalnya teman teman guru yang ada di sana itu sangat baik, bahkan kami sering acara bareng dan beberapa hal menyenangkan lainnya.

Foto bareng Teman Teman Guru Al-Ishlah

    Lalu tibalah di tahun 2025 menjelang ujian akhir semester peserta didik, aku memutuskan untuk resign secara baik baik setelah ujian akhir semester berakhir, aku menemui Ust Zul setelah rapat lalu berkata ke beliau yang kurang lebih intinya aku tidak bisa lanjut lagi mengajar / dalam artian mau resign setelah aku menyelesaikan nilai rapor dan ujian anak anak. Juga aku sampaikan kebeliau kalau aku sudah menyiapkan guru yang bisa menggantikanku nantinya. Beliaupun menyetujui dan memintaku untuk mambawa penggantiku nantinya untuk menghadap kebeliau.

     Setelah seluruh nilai selesai. Sesuai janji aku membawa penggantiku menghadap ke beliau lalu beliaupun menerimanya untuk mengajar di sana mulai pada tahun ajaran baru. Setelah menghadap Akupun pamit ke Ust Zul waktu itu secara baik baik.

     Sebenarnya banyak teman teman guru yang menyesalkan keputusanku untuk resign soalnya posisiku waktu di sana bisa di katakan salah satu guru utama khusus Pelajaran Bahasa Inggris yang mengajar di semua kelas putra Tingkat SMPnya, dengan penghasilan yang sangat lumayan tinggi, pada hal statusku masi guru honorer tapi gaji gak horror soalnya Ust Zul sebagai ketua Yayasan sangat sangat memikirkan kesejahteraan guru gurunya, terlebih lagi mereka yang mengajar agama islam.

     Kenapa aku resign soalnya dari awal mengajar aku belum ada kepikiran ingin menjadikan profesi guru ini sebagai profesi utama. Kedua pada saat aku ngajar di tahun ketiga waktu itu, seringkali pikiranku tidak berada dalam kelas alias berada di luar. Intinya di sini kalau aku tetap masih bertahan, anak anak dalam kelas itu jadi korban karena ketidak fokusanku dalam mengajar artinya mereka rugi soalnya tidak mendapatkan pelajaran secara maksimal.

     Ketiga kenapa pikiranku sering berada di luar pada saat ngajar, itu di karenakan aku ada Impian lain yang ingin selalu mau aku perjuangkan tapi karena masi terikat ngajar jadinya tidak fokus. Lalu takutnya juga karena berharap pada gaji bulanan terus menerus dari tempat itu aku menjadi nyaman dan tidak berkembang lalu takut mengambil resiko pada Impian yang ingin aku kejar.

     Jadi aku memutuskan untuk resign mengambil resiko yang ada sebelum pada akhirnya aku terjebak zona nyaman yang di mana profesi guru itu bukan profesi yang aku inginkan menjadi profesi utama. Serta menurutku waktu 3 tahun itu sudah cukup lama untuk aku pribadi dalam mendapatkan pengalaman / pertumbuhan pada profesi guru, jadi menurutku sudah cukup soalnya aku ada Impian lain.

     Dan menurutku jadi guru waktu itu sudah sangat membosankan / menjadi aktivitas monoton buatku, rasanya hidup terlalu kaku, menjalankan aktivitas yang sama berulang kali setiap harinya pada apa yang sebenarnya tidak begitu aku sukai.

     Meskipun bisa di katakan pada saat aku memilih keluar planingan secara finansialku itu belum matang dan cukup bodoh soalnya rencana backupan yang menurutku bisa aku harapkan ternyata tidak berjalan sesuai rencana.

     Jadinya Back to zero again hahaha…, tapi aku tidak menyesal sama sekali soalnya dengan keputusan itu membuka peluang lain yang lebih menarik menurutku yang aku Jalani saat ini soalnya di  sini aku di berikan wadah serta fasilitas yang mampu menunjang Impian yang aku perjuangkan. Impian yang belum bisa aku ceritakan saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar